Cerita Kami

Dari Modal 50 Ribu di Kontrakan Kecil

SABANA tumbuh pelan-pelan dari dapur rumahan di Payakumbuh. Tidak ada lompatan besar, hanya kerja harian yang diulang selama lebih dari dua dekade.

  1. 2003

    Kontrakan Kecil

    Dimulai Umi Desrini modal Rp50.000 + bantuan LAZNAS Muhammadiyah di kontrakan kecil Payakumbuh

  2. Beberapa tahun kemudian

    Kontrakan Lebih Besar

    Mulai kerja sama dengan 2 ibu tetangga, produksi meningkat

  3. Belasan Tahun Lalu

    Gudang Sendiri

    Pindah ke gudang sendiri dengan tungku kayu bakar model pisah dinding yang dipakai sampai sekarang

  4. 2023

    BANARO Lahir

    Lini premium pisang sale balut coklat racikan sendiri, PIRT 2.15.1376.05.0197.26

Foto dapur produksi SABANATungku kayu bakar, Payakumbuh

Foto kemasan BANARO

Foto tim produksi

Visi

Jadi camilan pisang khas Payakumbuh yang tetap dibuat rumahan, tapi bisa dinikmati di banyak kota.

Misi

  • Menjaga cara masak tradisional dengan tungku kayu bakar, bukan mempercepat produksi dengan cara instan.
  • Meracik sendiri coklat BANARO supaya rasanya tidak sama dengan produk lain.
  • Membuka pintu reseller dengan margin yang masuk akal, bukan janji untung besar.
  • Tumbuh pelan tapi tidak berutang cerita — apa adanya usaha rumahan.