7 Oleh-Oleh Khas Payakumbuh yang Wajib Dibawa Pulang (2026)

Umi Desrini 4 menit baca

Dari rendang kering sampai BANARO pisang sale balut coklat — daftar oleh-oleh Payakumbuh, Sumatera Barat yang tahan perjalanan jauh dan benar-benar dibuat warga lokal.

Payakumbuh itu kota kecil di Sumatera Barat, sekitar dua jam dari Padang lewat jalur Bukittinggi. Orang biasanya mampir sebentar untuk makan, lalu bingung mau bawa apa pulang. Padahal kota ini punya banyak makanan olahan rumahan yang justru lebih awet dibanding masakan basah. Di bawah ini kami tulis apa adanya, berdasarkan apa yang memang dijual di toko-toko sekitar sini — bukan daftar hasil salin dari blog lain.

1. Rendang kering. Rendang khas Payakumbuh cenderung dimasak lebih lama sampai warnanya gelap dan kering. Karena kadar airnya sedikit, rendang jenis ini bisa bertahan berhari-hari di perjalanan tanpa kulkas. Kalau dibawa naik pesawat, minta penjual mengemas vakum.

2. Galamai. Semacam dodol dari tepung ketan, gula aren, dan santan yang diaduk berjam-jam di kuali besar. Rasanya legit dan tidak semanis dodol pabrikan. Tekstur bisa beda-beda tergantung siapa yang mengaduk — itu memang wajar untuk makanan yang dibuat manual.

3. Beras rendang (rendang telur). Bentuknya lembaran renyah dari telur berbumbu rendang. Ringan, gampang dibagi-bagi di kantor, dan tidak gampang hancur kalau dikemas dengan benar.

4. Batiah. Camilan dari beras ketan yang dikeringkan lalu digoreng dan dilapis gula. Ini termasuk oleh-oleh paling tua di Payakumbuh dan sekarang makin jarang dibuat.

5. Kipang kacang. Kacang tanah yang dilekatkan dengan gula merah. Sederhana, murah, dan tahan lama.

6. Keripik pisang. Sumatera Barat punya pasokan pisang kepok yang bagus, jadi keripik pisang di sini rasanya berbeda dengan keripik pisang dari daerah lain. Yang kami buat sendiri di SABANA digoreng dengan tungku kayu bakar model pisah dinding yang sudah kami pakai belasan tahun. Cara ini lebih repot dan lebih lama, tapi aromanya memang beda.

7. BANARO — pisang sale balut coklat. Ini produk kami sendiri, jadi kami sebutkan terus terang supaya tidak terkesan sembunyi-sembunyi. BANARO adalah pisang yang dilapis coklat racikan sendiri, bukan coklat curah instan, dan dilapis satu per satu. Karena dikerjakan rumahan, warna dan ketebalannya bisa sedikit berbeda antar batch.

Sedikit latar belakangnya: SABANA berdiri tahun 2003 dengan modal Rp50.000 di sebuah kontrakan kecil di Payakumbuh, dibantu LAZNAS Muhammadiyah, lalu berkembang bersama dua ibu tetangga. Sekarang produk kami tersebar di sekitar 170 toko di Sumatera Barat dan sudah terdaftar PIRT 2.15.1376.05.0197.26 serta berstatus halal.

Tips memilih oleh-oleh Payakumbuh: cek tanggal produksi, pastikan ada nomor PIRT pada kemasan, dan tanya apakah produk digoreng hari itu atau stok lama. Untuk perjalanan lebih dari dua hari, pilih yang kering seperti keripik, batiah, atau rendang kering. Untuk oleh-oleh kantor, pilih kemasan kecil supaya gampang dibagi.

Kalau mau memesan camilan pisang dari Payakumbuh tanpa harus datang langsung, semua pesanan kami proses lewat WhatsApp dan dikirim dari Payakumbuh, Sumatera Barat.

Artikel lain